by : Raysha Agustini
Beberapa tahun yang lalu
Masih ku ingat hijaunya pepohonan di sepanjang jalan kota ini
Sejuk dan Dingin bahkan di siang hari
Matahari pun terlindung oleh dedaunan yang rimbun
Kini, udara di pagi hari pun sudah sama seperti siang yang terik
Pepohonan sudah gundul bahkan tak dapat melindungi teriknya matahari
Debu berterbangan disepanjang jalan
Bahkan manusia pun tak tau apa yang harus dilakukan
DIMANA?
Dimana pohon-pohon hijau yang rimbun
Yang menyejukkan hati dan penglihatan
Tempat berteduh semua makhluk yang kelelahan
Tidakkah kalian merasa rugi hai manusia
Hanya mementingkan keperluan semata
Pohon yang sudah dahulu diwariskan nenek moyang
Kita tebang begitu saja tanpa rasa takut
Rasa malu manusia sudah hilang
Tak ada yang takut lagi apa akibat semua ini
Hingga sampai Tuhan marah
Barulah semua meyesal dan meminta ampun kepada Alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar